Jumat, 11 September 2020

11 September 2020

Page 42 of 366

Hari pertama menulis ditahun 2020.
Dengan sgala perasaan. Ingin mengungkapkan sgalanya tapi sadar diri tak sgalanya bisa diungkapkan.
08.10 saat ini perjalan menuju kantor. 
Ingin meluapkan sgala pikiran yg bersliweran sejak pagi. 

Mengapa seseorang harus melakukan pembuktian dalam hidupnya.
Mengapa seseorang harus melihat orang lain sebagai standar hidupnya.
Mengapa seseorang harus dibandingkan dan membandingkan ?
Hal2 yang bahkan sama sekali tak aku mengerti barang sedikitpun. 

Aku, mencintai diriku sendiri, sangat bangga akan diri ini, percaya diri bahwa sgala yg diri ini lakukan selalu berusaha yg terbaik walau tau kadang melakukan kesalahan tapi aku selalu meyakinkan diri menjadi diri sendiri selalu jauh lebih baik. Karena aku tau, standar nyaman, standar bahagia, standar hidupku ada pada pribadi ini.

Aku tidak suka melakukan pembuktian untuk apapun. Merasa tak perlu membuktikan diri pada orang lain dan aku merasa baik2 saja untuk itu.

Aku tak suka membandingkan, tak suka dibandingkan karena diri ini rasanya sudah cukup.

Kalimat kalimat diatas adalah draft gue di tanggal 11 Februari 2020 yang gue juga lupa kenapa gue tulis.

Dan memang sebegitu cintanya gue sama diri sendiri, 
Tapi belakangan ini tuh gue lagi ngerasa mencintai diri sendiri kerasa kek toxic, gue jadi lebih egois karena mikirin diri sendiri terus, cita cita, tujuan hidup, rasa nyaman, kebahagiaan gue cuman mikirin diri gue sendiri terus jadi berasa berkorban padahal tanggung jawab, berasa di korbanin padahal emang pilihan.

Beberapa minggu ini gue lagi kepukul banget sama hal-hal yang gue liat, kaya tetiba ngeliat catetan harapan dan keinginan adek gue di hp nya, ga sengaja buka dan baca kotak harapan, doa dan cita cita abang di lemarinya, di wa panjang sama nyokap dan baca status bokap gue hari ini. 
Harusnya hal-hal itu gak akan ngebuat orang normal sedih, tapi gue sangat amat terluka entah kenapa dan gue rasa efek gue yang terlalu mencintai diri sendiri, berusaha mengendalikan mood karena gak mau nularin vibe negatif, yang biasanya emang berhasil tapi gue jadi sering gagal belakangan ini dan bikin orang disekitar gak nyaman.

Gak tau musti gimana karena capek ngeluhin hidup. 
Berusaha baik baik aja seperti biasa tapi jadi kosong. 
Mau membagi kisah tapi takut target gak bersandar sama orang lainnya gagal. 

Senin, 24 Agustus 2020

28 Juni 2020

Dulu gue ngerasa orang tua gue menghambat cita2 dan tujuan hidup gue dan gue selalu merasa gak pernah dimengerti dan itu sangat berdampak pada kepribadian gue. 

Lalu semakin gue bertumbuh dengan sgala pengalaman dan hidup di seperempat abad ini gue paham. Ini bukan tentang cita2 gue yg dimatikan, ini bukan perihal tujuan hidup gue yg terjegal. Ini tentang perasaan yg memilih bertanggung jawab sebagai anak tertua dengan sgala keadaan keluarga yg dihapal diluar kepala.

Lalu harus mengerti sampai kapan?
Dan lagi2 gue sadar ini adalah tentang pengertian tanpa balasan untuk balik dipahami. 
Bukan karena seolah dipaksa, tapi memang seolah menjadi keharusan yg akhirnya berkesimpulan, aaahhh ini bukan waktu gue, mungkin gak sekarang tapi pasti ada waktunya dan selagi gue percaya allah, semua akan kejadian diwaktu yg tepat.

Harapan yg besar memang akan selalu menghadirkan kekecewaan yg sebanding jika tidak sesuai, 
Dan agar terhindar dari seringnya merasa kecewa sering juga gue harus berpikir sekali lagi bahwa ini bukan waktunya, dan nanti akan ada waktu yg tepat, sekali lagi menegakkan kepala dan sekali lagi menikmati hidup agar tetap pada porsi bahagia.

030420

Jumat, 03 April 2020

03042020

Banyak yg ingin di ungkapkan tapi tau apa yg dikatakan akan menyakiti banyak hal.

Ingin mengatakan sgala hal tapi tau ucapan tak akan merubah apapun.

Ingin teriak, menjerit menangis, tapi tau sgalanya takkan terselesaikan.