Senin, 24 Agustus 2020

28 Juni 2020

Dulu gue ngerasa orang tua gue menghambat cita2 dan tujuan hidup gue dan gue selalu merasa gak pernah dimengerti dan itu sangat berdampak pada kepribadian gue. 

Lalu semakin gue bertumbuh dengan sgala pengalaman dan hidup di seperempat abad ini gue paham. Ini bukan tentang cita2 gue yg dimatikan, ini bukan perihal tujuan hidup gue yg terjegal. Ini tentang perasaan yg memilih bertanggung jawab sebagai anak tertua dengan sgala keadaan keluarga yg dihapal diluar kepala.

Lalu harus mengerti sampai kapan?
Dan lagi2 gue sadar ini adalah tentang pengertian tanpa balasan untuk balik dipahami. 
Bukan karena seolah dipaksa, tapi memang seolah menjadi keharusan yg akhirnya berkesimpulan, aaahhh ini bukan waktu gue, mungkin gak sekarang tapi pasti ada waktunya dan selagi gue percaya allah, semua akan kejadian diwaktu yg tepat.

Harapan yg besar memang akan selalu menghadirkan kekecewaan yg sebanding jika tidak sesuai, 
Dan agar terhindar dari seringnya merasa kecewa sering juga gue harus berpikir sekali lagi bahwa ini bukan waktunya, dan nanti akan ada waktu yg tepat, sekali lagi menegakkan kepala dan sekali lagi menikmati hidup agar tetap pada porsi bahagia.

030420